Rabu, 30 November 2016

Cara mengobati penyakit tetelo alias telo pada burung celoteh

Cara mengobati penyakit tetelo alias telo pada burung celoteh  | hai ikhwan gantang kegandrungan. kali ini aku bakal berbalah atas penyakit pada burung ialah tetelo alias orang jatim menyebutnya telo, penyakit yang satu ini melanda saraf burung dengan cara sontak.

penyakit tetelo alias telo ialah penyakit yang di akibatkan oleh sebagian aspek serupa burung yang minim jemur, minim bersihnya kerangkeng, cuaca yang berubah-ubah, aku seorang diri telah sempat mendapati pada burung celoteh serta pula burung anggungan aku. penyakit ini bergejala burung yang sontak jatuh dari tangkrinagan serta serupa burung sakaratul yang ingin mati. tapi sebagian durasi setelah itu burung bakal serupa awal, bakal tapi bila enggak di tangani atas persisnya burung bakal balik tetelo alias telo balik oleh karna karna itu anda mesti extra awas karna ini dapat melahirkan burung mati. serta karna itu penangan lekas serta persisnya dari si pemilik, selanjutnya aku bakal jelaskan keahlian aku menanggulangi permasalahan penyakit tetelo alias telo

selanjutnya aturan persisnya memulihkan penyakit tetelo alias telo

1. kebanyakan penyakit tetelo alias telo terhantam pada burung yang sedikit di jemur, sehingga buat menanggulanginya biasakan burung minim lebih satu jam aja setiap harinya biar hal burung konsisten afiat serta bebas tetelo alias telo lagi

2. memasok komplemen adendum berwujud obat pada burung biar penyakit enggak kelihatan lagi.

3. bersihkan kerangkeng tiap hari biar bebas dari penyakit lain pula

4. janganlah kurang ingat ganti pakan atas yang anyar serta lihat pakan apakah jamuran alias enggak. bila berjamur seharusnya janganlah di berikan ganti atas yang anyar

nah itu mulanya sedikin info dari aku yang telah mendapati 3 kali burung aku terhantam tetelo serta alhamdulilah burung telah balik serupa awal serta enggak balik lagi serupa selesai saat, ampun bila terdapat salahnya dari kata-kata aku karna sesama celoteh kegandrungan mesti saling memberi ilmu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar